www.nasa.gov/multimedia/imagegallery

Branding
Branding adalah proses menciptakan identitas unik untuk produk, layanan, atau usaha agar mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.
Contoh sederhana: Logo khas, warna dan desain kemasan, nama dan slogan
Branding penting untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, meningkatkan nilai jual produk, membangun loyalitas jangka panjang, dan membedakan produk kita dari pesaing.
Unsur-unsur branding logo dan warna, slogan, kemasan, nama brand.
Tips membuat branding untuk umkm/produk desa: gunakan nama yang khas dan sesuai dengan daerah, buat logo sederhana tapi bermakna, pilih warna yang mencerminkan identitas produk, ceritakan keunikan produk di balik proses pembuatannya (berisi komposisi dari produk)
Contoh brand lokal: Produk basreng ikan Lango Crunch - “Kerenyahan Asli dari Pantai Lango”, Basreng Ikan Lango - “Renyah Pedas Basreng Asli Lango”, Produk sambal ikan: Lango Sambal - “Sambal Asli Lango, Pedasnya Bikin Nagih!”, Pedes Lango - “Pedes Lango, Pedasnya Nendang! ( TAMBAKAN LOGO KEMASAN DAN BENTUK KEMASAN)

Materi Branding

Pemasaran dan penetapan harga jual
Pemasaran adalah proses menciptakan, menyampaikan, dan menawarkan nilai kepada konsumen, serta membangun hubungan yang baik agar usaha mendapatkan keuntungan.
Tujuan marketing mengenalkan produk ke masyarakat memperluas akses pasar meningkatkan penjualan membangun identitas merek lokal
Strategi marketing tentukan target pasar dan lokasi pasar membuat branding dengan kemasan yang menarik promosi online dan offline strategi penetapan harga dan promo meningkatkan kepercayan konsumen
Penentuan harga jual: biaya perbotol = Rp. 205.500 ÷ 15 = Rp.13.700 tambahkan keuntungan yang diinginkan, misalnya Rp.11.300/ botol naka, harga jual per botol adalah Rp.25.000 saran harga jual untuk suatu produk adalah mengikuti harga pasaran, jangan jual terlalu mahal atau murah dari harga pasaran.

Materi Marketing